ScrollFx

Digital Clock with Islamic Ornament

SEJARAH FIVE MINUTES

Rabu, 13 Mei 2009 komentar

Five Minutes

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Five Minutes

Five minutes saat rilis album Rockmantic
Latar belakang
Lahir Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Genre Pop Rock
Tahun aktif 1994 - sekarang
Situs resmi http://www.fiveminutes-band.com/
Anggota
Ricky FM (keyboard)
Richie (vokal)
Drie Warnanta (bass)
Roelhilman (gitar)
Aria Yudhistira (drum)
Mantan Anggota
Sonny (gitaris)
Sanny (vokalis)

Five Minutes adalah sebuah band pop rock yang berasal dari Kota Kembang Bandung berdiri tahun 1994. Kini, Five Minutes digawangi oleh Ricky Tjahyadi (keyboard), Richie Setiawan (vokal), Drie Warnanta (bass), Roelhilman (gitar), dan Aria Yudhistira (drum).

Daftar isi

[sembunyikan]

Formasi awal

Drie dan Ricky bertemu di awal tahun 1990-an dan sempat membentuk band yang tampil di sejumlah kafe. Namun band ini hanya bertahan selama 2 tahun. Mereka kemudian membentuk Five Minutes bersama Sonny (gitaris) dan Sanny (vokalis) di tahun 1994 untuk mengikuti Fetival Band Se-Jabar DKI di Bandung. Dalam ajang tersebut mereka berhasil menjadi juara 1 dari 102 peserta. Tak lama, mereka pun masuk dapur rekaman. Album perdana mereka bertajuk Five Minutes (1996), yang diikuti oleh Five Minutes 2 (1997), Ouw! (2002), Sekat (2003), dan The Best +5 (2004). Penampilan yang unik dengan mengenakan sarung di panggung, menjadi salah satu daya tarik mereka.

Formasi baru

Setelah album The Best, Sanny sang vokalis dan Sonny (gitaris) mengundurkan diri. Ricky dan Drie pun berburu personel baru. Akhirnya Richie (vokal), Roelhilman (gitar), dan Aria Yudhistira (drum) melengkapi formasi Five Minutes yang baru. Pada bulan Juni 2007, mereka merilis album baru bertajuk Rockmantic. Mereka pun menanggalkan sarung yang selama ini lekat sebagai image mereka.

Diskografi

  • Five Minutes (1996)
  • Five Minutes 2 (1997)
  • Ouw! (2002)
  • Sekat (2003)
  • The Best +5 (2004)
  • Rockmantic (2007)
  • Rockmantic (Repackaged) (2008)
  • Semua Ini Sendiri (2009)

SEJARAH UNGU

komentar

Ungu (grup musik)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Ungu
Asal Jakarta, Indonesia
Tahun aktif 1996 - sekarang
Aliran pop
Label Trinity Optima Production
Manajemen
Personil Pasha (vokalis)
Makki (bass)
Enda (gitar)
Oncy (gitar)
Rowman (drum)
Mantan personil Ekky (gitar)
Michael (vokalis)
Aryo (gitar)
Pasha (drum)
Situs web http://www.unguband.com

Ungu adalah grup musik Indonesia yang beranggotakan Pasha (penyanyi), Makki (bass), Enda (gitar), Oncy (gitar), dan Rowman (drum). Sampai tahun 2007 mereka telah menghasilkan 4 album dan 2 album mini.

Ungu terbentuk tahun 1996. Motor pembentuknya adalah Ekky (gitar) dan saat itu vokalisnya adalah Michael, sedangkan drum dipegang oleh Pasha Van derr Krabb. Tahun 1997, saat Ungu hendak manggung, Pasha Van derr Krabb 'menghilang' dan posisinya digantikan oleh Rowman. Enda yang sebelumnya adalah roadies-nya Ekky juga ikut bergabung dengan Ungu.

Tahun 2000, Ungu mulai mempersiapkan album pertama mereka, yang akhirnya dirilis 6 Juli 2002 bertajuk Laguku. Sebelumnya, Ungu ikut mengisi 2 lagu di album kompilasi Klik bersama Lakuna, Borneo, Piknik, dan Energy. Ke dua lagu tersebut adalah "Hasrat" dan "Bunga". Single pertama album ini, "Bayang Semu" menjadi ost. sinetron ABG (RCTI). Meski terbilang sukses, album ini baru mendapat Platinum Award setelah hampir 2 tahun album ini dirilis.

Saat hendak masuk dapur rekaman untuk album kedua, Ekky memutuskan keluar. Oncy yang saat itu baru keluar dari Funky Kopral dipilih untuk menggantikan Ekky. Album kedua Ungu Tempat Terindah dirilis Desember 2003. Album ini menjagokan "Karena Dia Kamu" sebagai single pertama dan "Suara Hati" dipilih sebagai single kedua. Baru empat bulan dirilis, penjualannya telah mencapai 80.000 (delapan puluh ribu) kopi. Jumlah yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan album pertama yang 'telah' mendapatkan platinum (150.000 kopi) dalam hitungan waktu satu setengah tahun.

Pada tahun 2005, Ungu menjadi salah satu artis yang berkolaborasi dengan Chrisye di album terbaru Chrisye, "Senyawa".

Album Melayang dirilis Desember 2005. Di albumnya yang ketiga dengan single "Demi Waktu", Ungu mendapat double platinum. Dengan hits Demi Waktu mengantarkan Ungu jadi MTV Exclusive Artis di bulan Desember 2005. Gaung "Demi Waktu" merambah negeri Jiran, Malaysia. Empat perusahaan label berebut untuk mendapatkan hak edar di sana. SRC, perusahaan yang menaungi Siti Nurhaliza akhirnya keluar sebagai pemenang.[3]

Ungu mengeluarkan sebuah mini album untuk menyambut Ramadhan 1427 H bertajuk SurgaMu yang dirilis September 2006. Hanya dalam tempo sepuluh hari sejak rilis mini album SurgaMu, telah terjual sebanyak 150 ribu keping. Bahkan Wakil Presiden Yusuf Kalla memberi penghargaan 'Inspiring' atas album religi SurgaMu. Sayangnya, saat hendak menerima penghargaan di istana Wapres, Ungu yang mengenakan setelah jas yang dipadu celana jeans ditolak masuk ke dalam istana, dengan alasan pakaian yang tak sesuai dengan protokoler istana.

Dalam Penghargaan MTV Indonesia 2006, Ungu masuk dalam 3 nominasi, yaitu Most Favorite Group/Band/Duo, Best Director "Demi Waktu" Abimael Gandy, dan Video of the Year "Demi Waktu".

Ungu dengan dukungan "A Mild Live Productions" dan "Trinity Optima Productions" membuat buku biografi. Buku yang diberi judul "A Mild Live Ungu Book Magazine" itu diluncurkan pada Kamis, 10 Mei 2007, di Jakarta. Dicetak sebanyak 40 ribu eksemplar, buku tersebut memuat biografi masing-masing personil, diskografi Ungu, foto-foto, dan bahkan chord lagu-lagu Ungu.

Ungu juga sering terlibat dalam pembuatan album soundtrack. Ungu pernah menyumbangkan lagu untuk film Buruan Cium Gue yang dilarang edar. Ungu pun menyumbangkan 3 buah lagu untuk film Coklat Stroberi yakni dua lagu baru, "Disini Untukmu" dan "Sahabatku", serta mengikutkan lagu "Berjanjilah" dari album ketiga mereka Melayang.

Dalam ajang "SCTV Music Awards 2007" di Balai Sidang Jakarta (JHCC), Ungu mendapat 4 kemenangan. Album SurgaMu yang diproduseri Trinity/Prosound membawa Ungu menjadi penerima penghargaan 'Album Religi', 'Lagu Paling Ngetop' dan 'Video Klip Paling Ngetop' untuk lagu "Andai Kutahu". Sedangkan Melayang dengan lagu andalan "Tercipta Untukmu" memenangkan kategori 'Album Pop Rock Duo/Grup'.

Ungu kembali merilis album reguler keempatnya bertajuk Untukmu Selamanya. Album ini di-launching di empat negara sekaligus, yaitu 9 Agustus 2007 di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Agustus 2007 di Singapura, 12 Agustus 2007 Hongkong dan puncaknya 15 Agustus 2007 di Jakarta, Indonesia. Lagu andalan dalam album ini antara lain, "Kekasih Gelapku", "Cinta dalam Hati", "Apalah Arti Cinta" dan "Ijinkan Aku".

Menyambut Ramadhan 1428 H, Ungu merilis album religi lagi yang berbentuk mini album bertajuk Para Pencari-Mu. Dalam album ini Ungu berkolaborasi dengan ustad Jeffry Al Buchori.Album ini hanya berisi lima lagu, yaitu "Para PencariMu", "Sembah Sujudku", "Surga Hati", "Sesungguhnya", dan "Tuhanku". Sebelum mini album ini dirilis, tiga dari lima lagu telah terpilih sebagai soundtrack sinetron religi yang tayang selama Bulan Ramadhan.

Ungu kembali meraih penghargaan untuk kategori 'Band Ngetop' di ajang SCTV Awards 2007, yang berlangsung di JCC Senayan Jakarta, Jumat, 24 Agusutus 2007. Dalam ajang itu, Ungu berhasil menyisihkan grup band lainnya, seperti Ada Band, Peterpan, Radja, dan pendatang baru yang mendadak populer, Kangen Band. Pada tahun 2007, Ungu bersama Samsons dan Naff, dijuluki 'The Rising Star' band oleh penyelenggara konser musik akbar Soundrenaline, A Mild Live Productions dan Deteksi Productions, juga oleh raksasa label rekaman Musica Studio.

PERSONIL UNGU

komentar

Pasha

Vokalis
Sigit Purnomo Syamsudin Said
TTL: Donggala, 27 November 1979
E-mail: pasha@unguband.com
Gabung dgn Ungu: November 1998
Sebelumnya: dengan band lain
Alat musik: Drum, Bass, Rhytm Guitar
Tinggi/berat badan: 173cm/60kg
Musikus favorit: Makki, Gesang
Warna favorit: Biru
Lulusan: ABA-ABI
Istri: Okky Agustina Sofyan
Anak: Kisya Alfaro Putra Sigit,
Shakinah Adeliaputri Napasha

Makki

Bassis
Makki Omar Parikesit
TTL: Jakarta, 23 Oktober 1971
E-mail: makki@unguband.com
Gabung dgn Ungu: 1996 (founder)
Sebelumnya: Harris Ioni,
Joint Session, Lovina,
Studio Sessions
Alat musik: Bass, Drum, Guitar, Keys
Tinggi/berat badan: 173cm/80kg
Musikus favorit: Everyone @ Ungu,
Al Di Meola, Pastorius, Coltrane,
Django Reindhart
Warna favorit: Hitam
Lulusan: Indiana University, AS
Status: sudah menikah

Enda

Gitaris
Franco Medjaya Kusuma
TTL: Kudus, 4 Maret 1978
E-mail: enda@unguband.com
Gabung dgn Ungu: 2001
Sebelumnya: ngamen di band lain
Alat musik: Guitar dll
Tinggi/berat badan: 178cm/62kg
Musikus favorit: Joe Satriani,
Doel Sumbang
Warna favorit: Biru, Kuning
Lulusan: Univ. Sam Ratulangi
Istri: Eka Nilestari
Anak: Azara Leona Lucida

Onci

Gitaris
Arlonsy Miraldi
TTL: Palu, 2 Oktober 1981
E-mail: onci@unguband.com
Gabung dgn Ungu: 2003
Sebelumnya: Funky Kopral
Alat musik: Guitar
Warna favorit: Hitam

Rowman

Drummer
M. Nur Rohman
TTL: Jakarta, 9 Januari 1974
E-mail: rowman@unguband.com
Gabung dgn Ungu: 2001
Sebelumnya: band Garux
Alat musik: Drum
Musikus favorit: Metallica
Warna favorit: Oranye
Status: sudah menikah

Ungu Band Photos


more in Photo Gallery

Seputar Ungu Band

  • Dibentuk pada: September 1996
  • Aliran musik: pop progresif
  • Karya musik: 4 album musik, 3 album mini (religi), 1 album kompilasi [selengkapnya...]
  • Label: Trinity Optima Production
  • Mantan personil: Ekky (gitaris), Ariyo (vokalis), Pasha Van derr Krabb (drummer)
  • Awalnya, semua personil berasal dari band yang berbeda
  • Makki merupakan satu-satunya personil awal yang masih aktif sampai sekarang
  • Alasan nama Ungu: simpel tapi berkesan megah, gabungan dari beberapa warna
  • Cliquers adalah sebutan untuk para fans Ungu
  • Buku biografi Ungu Band berjudul "Ungu Book Magazine" (10 Mei 2007)

"Ungu Book Magazine"

  • Biodata dan profil
  • Perjalanan karir bermusik
  • Opini kelima personil Ungu Band
  • Seputar beberapa permasalahan sosial
  • Diskografi album
  • Surat penggemar
  • Komentar tentang Ungu dari beberapa musisi ternama
  • Lirik dan kord lagu hits

Links

BOOMERANG

komentar

Boomerang

Pada awal tahun 90’an, mereka adalah musisi muda yang ingin membentuk sebuah kelompok musik yang punya keinginan besar menyalurkan hasrat untuk bermain musik dan mengekspresikan idealisme, rasa kegelisahan, kesedihan, kegembiraan, cinta, kemarahan dan menyuarakan melalui nada nada musik...

Perjalanan mereka untuk meraih harapan keberhasilan di musik mulai terbuka setelah mengikuti Festival Rock Se Indonesia ke 7 versi Log Zhelebour di Yogyakarta, berkat aksi panggung yang menarik dan lagu single ciptaan mereka yang berjudul No More yang energik akhirnya mereka yang masih bernama Lost Angels masuk sebagai 10 Finalis dan berhak ambil bagian di rekaman kompilasinya. Mereka sadar bahwa masa depan sepenuhnya tergantung pada hasil karya lagu ciptaan sendiri dan kekompakan. bahwa karir dan keberhasilan itu butuh perjuangan dan usaha keras, mereka harus rela berulang kali menemui Log Zhelebour hanya untuk bisa diterima menjadi salah satu artisnya. Sampai mereka harus rela membawa tape sendiri dari rumah supaya lagu lagu karya mereka bisa diperdengarkan sama Log Zhelebour. Berkat keuletan dan kegigihan itu akhirnya membuat Log tergugah untuk mendengarkan dan memberi masukan lagu bagaimana yang layak jadi andalan dalam sebuah album rekaman. Maka lahirlah album perdana yang mengandalkan single hit berjudul “ Kasih “ dan nama group Lost Angels pun berubah menjadi Boomerang pada tanggal 8 Mei 1994 dengan hanya 3 personil yang terdiri dari Roy Jeconiah - Vokal, John Paul Ivan - Gitar, Hubert Henry Limahelu – Bass karena pemain drum mereka Pet Agusty mengundurkan diri bertepatan dengan dirilisnya album perdananya.

LIRIK LAGU(ON LINE-SAYKOJI)

komentar

Saykoji - On Line


Wah ni lagu keren abissss.....nyindir gw banget......he...he...

Saykoji - On Line

siang malam ku selalu
menatap layar terpaku
untuk on line on line
on line on line
jari dan keyboard beradu
pasang earphone dengar lagu
aku on line online
on line on line

verse 1:
tidur telat bangun pagi pagi
nyalain komputer online lagi
bukan mau ngetik kerjaan
e-mail tugas diserahkan

tapi malah buka facebook
padahal face masih ngantuk
beler kayak orang mabuk
pala naik turun ngangguk-ngangguk

sambil ngedownload empitri
colok i pod usb kiri
ngecekin postingan forum
apa ada balesannye? belum

biar belum sikat gigi belum mandi
tapi kalo belum on line paling anti
liat friendster myspace, youtube
me and him, everybody you too

cerse 2:
nah udah mandi siap berangkat
langsung cabut takut terlambat
tak lupa flash disk gantung di leher
malah lupa sepatu jadi nyeker

flashdisk isinya bokep atau lagu
kalau ada kerjaanpun gue ragu
kalo emang berani coba pada ngaku
cek isi foldernya satu satu

di kantor online pakai proxy
walau diblok server bisa dilolosi
namanya udah ketagihan internet
produktifitaspun kepepet

jam kerja malah chatting ym
ngobrol online sama ehehem
atasan lewat langsung klik data
pura pura kerja di depan mata

bridge:
makan siangpun aku cari sinyal wifi
mengapa ku kecanduan oh why why
kadang terasa bagai tak berdaya
ingin ku berubah.. eh ada e-mail dah dulu ya

verse 3:
cek e-mail spam semua
email benerannya cuma dua
yang satu email lama
yang satu forwardan yang sama

ngarep komentar buka friendster
loading, gue tinggal beser
pas balik ngecek komputer kok lagi maintenance server

ya udah download lagu
bajakan gratis gak pake ragu
saykoji satu album
setengah jam bisa rampung

sore sore bosen hambar
ide nakal cari cari gambar
download video dengan sabar
ketahuan pacar digampar

SAYKOJI

komentar

Soulnation: Sejarah Baru Hip-Hop Indonesia

Festival musik yang berlangsung selama dua hari (17-18 oktober) ini, berhasil menyuguhkan berbagai macam menu hip-hop anti standar, yang membuat kita seperti berada di 'reruntuhan' embrio musik kulit hitam. Tentu saja dengan berbagai macam keistimewaannya.

yackodlm1.JPG
Hari pertama, Saykoji menebar pesona melalui derapan 'kulitisasi' ala mereka. Semburan kalimat kontroversial, merajam dengan rapihnya melalui sungut vokalis utama, si sekal Igor. Dia mampu menghajar gendang telinga para fans fanatiknya, dengan notasi provokatif yang tertuai dalam beberapa liriknya. Sajian Saykoji menjadi hidangan pembuka yang cukup lezat, untuk melanjutkan perjalanan menyaksikan penampilan musisi-musisi lain. Setelah itu, pengunjung Soulnation dikejutkan oleh penampilan salah satu pionir lirik faktuil hip-hop Indonesia, Yacko. Wanita ini berhasil memborbardir telinga dengan dentuman-dentuman ajaibnya, terutama dalam hal meracik komposisi lagu. Semua materi miliknya, terdengar begitu membuai saat dibawakan di atas panggung. Penonton pun seolah enggan untuk beranjak dari tempat mereka berdiri, demi menyaksikan penampilan Yacko hingga usai. Kehadiran perempuan yang satu ini juga mampu mencuri perhatian penonton warga negara asing, yang terlihat menyebar di beberapa sudut panggung. Lagu Mendua, It's Ok dan Jalan Keluar milik Yacko, seperti semakin menasbihkan, kalau ia merupakan solois hip-hop lokal yang semakin matang serta laik bersaing menembus pasar internasional. Petualangan malam itu ditutup dengan menyaksikan aksi standar superstar yang begitu dielukan malam itu, Akon.

neo.JPG

Perjalanan hari kedua dimulai dengan menyaksikan sajian rapper papan atas Jakarta, Faro. Penampilan Mr. Motor Lover yang satu ini sungguh memukau hati. Dia melepas lagu-lagu andalannya dengan begitu teliti dan seksama. Seakan menikam benak dan pikiran kita, dengan sebuah pertunjukan yang sarat akan makna kejujuran. Pengembaraan selanjutnya dilanjutkan dengan menyaksikan penampilan band rock n' roll lokal, Flowers. Yang menampilkan Yacko, Soul ID, Faro dan Fade 2 Black sebagai bintang tamu. Tidak ada yang istimewa dari penampilan Flowers. Band tersebut justru terlihat seperti kehilangan identitas dengan memaksakan diri tampil dalam acara hip-hop sekaliber ini. Mereka tidak pantas tampil di Soulnation. Kehadiran Flowers malah jadi mengaburkan esensi acara ini. (untungnya Yacko, Soul ID dan Faro tetap berdiri tegak di singgasananya, tidak terpengaruh oleh 'ulah buruk' Flowers.) Sungguh sebuah blunder yang harus dijadikan pelajaran agar mereka lebih berhati-hati lagi dalam memilih event. Alasannya? Sound yang digerat sang gitaris, Boris, terdengar begitu memekakkan telinga. Dia menguntai volume dengan cara yang salah. Sementara disaat yang bersamaan, suara bas dan drum selalu muncul riuh tenggelam. Beradu dengan kebisingan yang muncul dari ampli seorang DJ tamu. Yang semakin membuat suasana panggung menjadi gaduh, tidak karuan plus bising berantakan. Hal tersebut disebabkan karena ketidakjelian beliau dalam mengatur suara yang harus dikeluarkan. Walhasil, pendengaran kita dirusak secara perlahan karena ulahnya tersebut. Ditambah aura yang ditimbulkan Flowers sungguh sangat tidak mengena dengan konsep musik hip-hop. Dua pertanyaan, mengapa Boris cs harus tampil dalam event seperti ini, dan kenapa DJ tersebut harus berada di sana?

soulID.JPG

Lupakan Flowers, karena masih ada penampilan kelompok yang kehadirannya begitu ditunggu-tunggu oleh penikmat musik hip-hop lokal, Soul ID. Ternyata mereka benar-benar menyuapi kita dengan persenyawaan antara unsur audio dan visual secara luar biasa. Soul ID meleburkan rentetan rima yang terkadang terdengar seperti musik r n'b dengan balutan pop kontemporer. Rambahan eksplorasi runutan khas mereka, membuat kita tidak ingin tertinggal satu momen pun dari hidangan yang disajikan Soul ID. Hal menyenangkan tersebut terulang kembali dalam penampilan Jamie Aditya. Ia mencekoki kita dengan nada-nada absurd ala Prince yang dibubuhi dengan cengkok jazz versi Jamie. Perhelatan menarik ini ditutup dengan menyaksikan kedigjayaan Blackalicious. Yang mampu menyirap penonton dengan kebrilianan mereka dalam mempersembahkan materi-materi avant garde-nya. Banyak nama komersil yang sebenarnya tidak perlu tampil dalam acara Soulnation. Sebut saja: Dewi Sandra, RAN serta Maliq dengan proyekannya yang tidak jelas tersebut. Kalau memang kepentingannya untuk meraih benefit, dalam kenyataannya pun tidak ada penonton yang rela bergumul demi menyaksikan aksi-aksi mereka. Hal tersebut dibuktikan dengan memadatnya jumlah pengunjung saat Yacko, Soul ID dan Jamie Aditya main.

JAMIE.JPG

Sebuah hal yang patut diantisipasi pihak penyelenggara untuk penyelenggaraan event ini di tahun selanjutnya. Apapun yang terjadi, ini adalah sebuah pesta besar-besaran kaum hip hop yang patut diberi perhatian lebih oleh media lokal. Karena Soulnation terbukti mampu menoreh sejarah baru dalam musik Indonesia!

BONDAN PRAKOSO

komentar


BONDAN PRAKOSO

anak kedua dari tiga bersaudara kelahiran 8 Mei 1984 pasangan dari Lili Yulianingsih dan Sisco Batara ini mengawali karirnya sebagai penyanyi cilik di era 80-an hingga awal tahun 90-an. Album perdananya yang bertitel Si Lumba-Lumba sukses dipasaran dan mencuatkan namanya.
Bondan yang juga Alumni D3 Sastra Belanda Universitas Indonesia ini memulai karir remaja dan dewasanya saat membentuk band Funky Kopral ditahun 1999 hingga tahun 2002.

Ditahun 1999, Bondan membentuk band Funky Kopral , sebagai bassis, hingga merilis 3 buah album. Bahkan album kedua band ini diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2001 untuk kategori Group Alternatif Terbaik. Ditahun 2003, Funky Kopral merilis album ketiga mereka dengan kolaborasi bersama Setiawan Djodi dengan hits singel Tokek dan lagi-lagi diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2003 untuk kategori Kolaborasi Rock Terbaik.

Sayang, setelah album ketiga mereka dirilis, band ini bubar. Hingga ditahun 2005 ia membentuk band baru bernama Bondan Prakoso & Fade 2 Black dengan genre musik Pop Rock yang dipadu dengan Rap. Dengan band barunya ini, Bondan diganjar penghargaan serupa, yakni AMI Sharp Awards ditahun 2008 untuk kategori Group Rap Terbaik.
ditahun 2006 Bondan bersama 12 orang pemain bass dari berbagai band di Indonesia seperti Thomas "GIGI", Rindra "Padi", Bongky "BIP", Adam Sheila on 7 dan bassis Indonesia lainnya diganjar penghargaan oleh MURI untuk penghargaan Penampilan Bassis terbanyak dalam satu panggung.
Pada tanggal 17 Desember 2007,
Bondan menikahi kekasihnya yang bernama Margareth atau yang akrab disapa Margie yang bertempat di Restoran Cibintung, Ciputat, Tangerang, dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan 17 gram emas.
kini telah menjadi seorang ayah dari putri pertamanya yang masih berusia 5 bulan itu. Dan memilih vakum 2 sampai 3 bulan demi sang anak. Pasalnya baik Bondan maupun Margie sang isteri ingin merawat putri pertama mereka yang bernama Kara Annabelle Prakoso itu.

DISKOGRAPHY

:: 1988-1995
8 ALBUM CHILD SINGER
Singer

:: 1999-2001
2 ALBUM WITH FUNKY KOPRAL
Bassis,Music Producer
Universal Music Indonesia
Group Alternatif terbaik AMI SHARP AWARD 2001

:: 2002
1 ALBUM COLABORATION SETIAWAN DJODY FEAT
FUNKY KOPRAL
Bassis
AIRO RECORD
Kolaborasi Rock Terbaik AMI SHARP AWARD 2003

:: 2005
BONDAN PRAKOSO & FADE 2 BLACK
ALBUM : RESPECT
Producer,Composer,Arranger,Singer,Bass&Guitar
and All Instrument
Sony BMG

:: 2006
BASS HEROES (13 Top Bass Player Indonesia)
Bondan Prakoso,Thomas “gigi”,Rindra “padi”,
Bongki “bip”,Ronny “cokelat”,Adam “so7”,Indro,
Bintang,Iwan Xaverius,Ari Firman,Arya,
Barry likumahua,Nissa “Omllete”
Sony BMG
Break The Record MURI (Museum Record Indonesia)
Penampilan Bassis terbanyak dalam satu panggung


LIRIK LAGU (WAKTU-BONDAN FEAT TWO BLACK)

komentar
WAKTU
Ini sepotong kisah, tentang perjalanan..
seorang insan, menapaki jejak kehidupan.
Dia lahir ke dunia , dari keluarga..
tidak miskin, kurang kaya, tetapi sederhana.


Ayah berdagang, ibu mengasuh dia di rumah..
sejak kecil belajar susah, hanya bersikap pasrah.
Sempat sesaat, mengenal A. S. I. dari ibu.
Syukuri rahmat, dapat singkat nikmat ilmu.


Dia takkan gentar, meski guntur menggelegar.
Aral melintang, tak mampu untuk buat pudar.
Hanya syukuri anugerah, akan nasib dan takdir.
Dia takkan menyerah, terus berjuang hingga akhir.


Dan kini, dia injak usia labil.
Dia tinggalkan satu masa kala ia kecil.
Skill! get real, he can make it.. berhasil!!
Sekian dari banyak mimpi dalam hati kecil.
Kecil sebenarnya.. berarti besar.
Ia terlempar dalam panggung hidup yang kasar.



Hanya waktu yang dapat menjawab.. mampukah dia merubah..
Saat semua, mimpinya tercipta.
Saat dimana jalannya, lebar terbuka.
Beban berat tertancap dipundak.
Semua hanya jadi sejarah, yang terlewat.
Dia merdeka, nyata dan bahagia.
Dia tertawa di akhir, semua usaha.
Dan percaya, jalan tak slalu berliku.
Dan mengerti, celah untuk berpacu.

LAGU J-ROCKS

komentar

J-Rocks ~ Falling in Love

Pilihan model klip single ini jatuh pada… Adelya Chaterine aka DhEA blasteran Indo+Inggris (mama+babe) yg lagi skul di UK. Itu loh, Dea yg pernah juara 3 Gadis Sampul 2004 seangkatan ma Sheila Marcia Joseph, Ayushita Widyartoeti Nugraha, Jelita (Acha) Septriasa, Putrinda Damayanti (pemenang GadSam 2004), dkk.
Artis (Band): JRocks
Ku rasakan ku jatuh cinta
sejak pertama berjumpa

J-Rocks ~ Cobalah Kau Mengerti

Para fans, J-Rockstar, sudah tentu kerap denger lagu CKM dari album Spirit ini, tapi belum tentu pernah nonton klip video musiknya yang syutingnya di bilangan Sentul City, Bogor
Artis (Band): J-Rocks
Sudah ku katakan berulang kali
sebenarnya dia punya maksud hati
tapi mengapa kau tak mau mengerti
dan selalu saja kau berkeras hati

J-Rocks ~ Juwita Hati

Jepun ‘Spirit’ Rock n Roll
Artis (Band): J-Rocks
And I just want to make you realize
that’s something beautiful
always in your heart

DIarsipkan di bawah: Lagu Indonesia, Media Streaming, YouTube, ~ Tak Berlabel | yang berkaitan: , ,


J-Rocks Beraroma Jepang


Penampilan dan aksi mereka disebut-sebut mirip L'Arc en Ciel.Jepang bak sebuah obsesi untuk keempat anak muda itu: Iman Taufik Rachman, Swara Wima Yoga, Sony Ismail Robbavani, dan Anton Rudi Kelces. Mereka menyukai segala hal dari negeri Sakura itu, mulai dari musik hingga anime.Kegemaran pada musik itulah yang akhirnya mampu menyatukan mereka. Dengan posisi Iman (vokalis), Wima (Bassis), Sony (Giaris), dan Anton (drummer), mereka menyatu membentuk grup band. Hingga pada November 2003, mereka mengikuti sebuah festival musik nasional. ''Saat itulah kita pertama kali manggung dan menyatakan saat itu juga kelahiran J-Rocks,'' kata Iman. Saat pentas mereka masih menggunakan nama J-Rockstar. Sebuah nama yang didapat dari stiker bertuliskan Rockstar yang tergeletak. Dari festival itu, mereka berhasil menjadi salah satu juara dan mendapatkan hak merekam satu lagu di dalam album kompilasi di bawah label Aquarius. ''Tapi, kemudian kita ditanya tentang lagu-lagu kita yang lain, ya kita kasih aja,'' kata Sony. Ternyata, lagu-lagu tersebut mendapat respons sehingga mereka pun menggarap album Topeng Sahabat yang berhasil diluncurkan pada 2005. Nama semula, J-Rockstar, harus dipangkas agar mudah ditulis dan diucapkan. Maka, mereka pun cukup disapa J-Rocks.Namun, perjalanan mereka ternyata tak selalu mulus. Penampilan dan aksi mereka disebut-sebut mirip L'Arc en Ciel, salah satu grup musik rock asal Jepang. Ada sebagian orang yang menganggap, dandanan sang vokalis sengaja dibuat mirip dengan Hyde, vokalis Laruku (sebutan untuk L'Arc en Ciel). Untuk pendapat miring macam ini, mereka punya jawaban sendiri. ''Kita ini penggemar berat L'Arc en Ciel, dan kita juga berharap bisa manggung bareng mereka. Jadi, kalau ada yang menuduh kita peniru mereka ya terserah saja,'' kata Anton. Bagi para personel, grup musik asal Jepang yang terbentuk tahun 1991 ini dapat membuka mata mereka terhadap jenis-jenis musik Jepang. Bahkan, karena band itulah, mereka kemudian bersatu...

J-ROCKS SIAP LEPAS MUSIK JEPANG

komentar
Jakarta, Band J-Rocks selalu dikait-kaitkan dengan musik berbau Jepang. Padahal band yang digawangi Sony, Wima, Iman dan Sony itu mengaku siap jika harus melepas musik Jepang dan pindah haluan.

Sejak awal kemunculannya sebagai jawara festival band yang dibuat sebuah ajalah musik, J-Rocks memang membawakan musik bernuansa Jepang. Hingga ekarang mengantongi 2 album, J-Rocks masih mengusung semangat yang sama.

Tapi siapa yang menyangka bahwa J-Rocks mengaku siap untuk melepas itu emua jika perlu. Para awak J-Rocks ingin sesekali berubah secara total. "Berubah haluan kalau dari segi musik ya kita pengen. Soalnya kita juga engar-dengar lagu barat bukan Jepang aja. Nggak harus gitulah. Kita engen berubah haluan. Satu album nggak ada Jepang-jepangnya? Bisa aja," jar Iman sang vokalis ditemui di Wisma Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2007).

Kendati sejauh ini J-Rocks masih terinspirasi dengan semangat bermusik and-band Jepang, mereka tak mau karyanya dibatas-batasi.

"Orang kita nge-band pakai hati kok. J-Rocks itu kan musik bebas," tutup Iman yang pernah jadi mantan gitaris band Funky Kopral itu seraya tersenyum. (yla/fta)

JAPANESE ROCK

komentar

J-ROCK JAPANESE ROCK MUSIC

Japanese rock is a form of popular music, often abbreviated to "J-Rock" in much the same way that "J-Pop" is used as an abbreviation of Japanese Pop. J-Rock is one of the most popular forms of music in Japan.

J-Rock History

Psychedelic rock was invented in the 1960s by American and British counterculture figures. Arriving in Japan, psychedelic rock took on a different flavour. Previously known for the drug intake of its performers leaving an impact on the hazy, drugged-out music, J-Rock performers tended to be drug-free, or even adamantly anti-drug (for example, Kosugi Takehisa, Haino Keiji, Nanjo Asahito).

Psychedelic rock first appeared in Japan in the mid to late 1960s. A few Group Sounds bands imitated their Anglo heros, including The Golden Cups, The Tempters, The Mops, The Dynamites and Jacks, whose "Karappo No Sekai" and "Marianne" were two of the first psychedelic recordings from the country.

Like in the UK and US, the psychedelic rock scene was linked to a political movement involving young, spirited students. An economic boom brought many young people to universities, where radical politics abounded. Central to this movement, arising from the late 60s Kyoto student revolts, was the band Les Rallizes Denudés and the Taj Mahal Travellers, followed by Lost Aaraaff.

In the 1970s, singer-songwriters like Kazuki Tomokawa and Kan Mikami became popular. As in the US and UK, Japanese rock spawned a folk-rock scene, there led by Magical Power Mako. At the same time, radical progressive rock was evolving, with distinctly Japanese bands like After Dinner and YB02, Kenso and KoenjiHyakkei.

From the late 1980s popular rock bands such as X Japan helped define the Visual Kei aesthetic in Japanese rock and pop music. "Visual kei" is often focused upon in the West as a uniquely Japanese part of the Rock music scene. Strictly speaking, however, "Visual kei" is not defined by its sound (which may or may not be "rock" music) but by the appearance of the bands.

A fringe movement from the late 1980s in Japanese alternative rock took the form of noise rock, a sound popularised by bands such as Boredoms.

BAND J-ROCKS

komentar
September 12th, 2007
Jepangan bareng Iman “J-Rocks”

puriartha.jpgSalah satu band Indon yang mengusung musik Jepang dan masuk industri musik di tanah air adalah J-Rocks (Jakarta), band yang dihidupi oleh Iman (nyanyi, Gitar), Sony (Lead Guitar), Wima (Bass), dan Anton (Drum) ini, baru saja melansir album terbaru mereka “Spirit”, dan lebih menegaskan eksistensi mereka di kancah musik tanah air. Reporter Harajukja Sabtu 8 September 2007, sempat bertemu dengan J-Rocks dan ngobrol banyak dengan Iman tentang musik J-Rocks bagaimana serunya?, kita langsung saja.

Bagaimana kabar mas Iman kok gendut sekarang?
Baik-baik saja, yah namanya saja manusia..hehehehe

Tentang sejarah J-Rocks
iman_2.jpg Iman adalah leader dari band ini jauh sebelum ada J-Rocks, dia pernah gabung bareng Funky Kopral (sekarang Funkop) di tahun 2001 sebagai gitaris additional tetap, dan saat di Funky Kopral Iman ketemu ama Sony yang kala itu ikotan audisi gitaris yang diadakan Funky Kopral dan ajak punya ajak Sony diajakin Iman buat bikin band aliran Jepangan, sebelumnya Iman telah bareng ma Wima yang emang mereka dah ngeband sedari SMA, dan gayung bersambut Sony pun mau gabung dengan bonus temennya Anton sebagai penggebuk drum set, karena nyari tukang nyanyi gak dapet-dapet maka ya udah lah Iman saja yang tukang nyanyi, maka jadilah sebuah band bernama J-Rockstar pada sekitaran tahun 2003.
Aksi J-Rockstar pun berlanjut dengan iseng-iseng ikotan kontes musik Nescafe, dan malah jadi juwaranya, Good Job Dude!!! gak cuman itu saja Aquarius Musikindo tertarik sama mereka dan mengontrak mereka tuk bikin album akhirnya band ini kemudian dikenal dengan nama J-Rocks saja, dan album pertama mereka “Topeng Sahabat” cukup sukses di pasaran dengan hit seperti “Lepaskan Diriku”, “Ceria”, dan “Berharap kau Kembali”. Aliran seperti mereka belum ada kala itu, berarti dengan kemunculan mereka lebih memperkaya khasanah musik Indonesia, wah jadi trendsetter neh.

Tentang album kedua J-Rocks “Spirit”
Album kedua mereka baru saja lansir bertajuk “Spirit”, makin menegaskan bahwa band ini gak cuman numpang lewat saja, simak saja lagu “Kau Curi Lagi”, lagu ini dimainkan duet bareng Prisa, seorang cewek pendatang baru yang sebentar lagi punya album sendiri, kemudian “Cobalah Kau Mengerti” yang cukup catchy dan easy Listening banget ngepop lagi, atau “Juwita Hati” nah kalau ini lebih ngagetin karena berirama Jazz Blues, tapi yang paling bikin ngeh” adalah lagu “Tersesal”, dalam lagu ini olahan vokalnya berat banget, naik turun dengan suara Falsetto panjang dengan vibrasi di ujung nada, khas lagu Jepang dan Iman sepertinya berhasil membawakannya dengan sangat bagus, dan yang paling unik musiknya beraransemen Rock Opera, dan kebayang kan rumitnya, sederet lagu tadi mengartikan bahwa band ini memang memiliki kemampuan yang lebar, baik dalam beraliran, skill musikalitas maupun komersialitas, well bagi kalian yang belon punya albumnya langsung saja beli gak bakal rugi deh, tapi ingat jangan yang bajakan!!!

Tentang musik Jepang

Iman adalah seorang pecandu Jepang yang parah, jauh sebelum J-Rocks lahir, atau sejak SMP dia sudah punya konsep ngeband aliran Jepang, dan gak cuman itu saja lagu-lagu di album 1 dan 2 J-Rocks ternyata ada yang sudah diciptakannya di bangku SMP, maksa banget neh bocah?
Menurut Iman musik Jepang tidak seperti apa yang orang pandang selama ini dia melihat musik Jepang adalah sesuatu yang sangat luas dimana banyak genre musik tercampur aduk di Jepang sono, dan hanya terpisahkan oleh soal bahasa saja selebihnya musik Jepang adalah sesuatu yang universal bukan yang itu-itu saja (macem Laruku, X-Japan, Ayumi ), makanya di album J-Rocks nuansanya gado-gado gak cuman sempit satu macem musik saja, bener juga lo Man.

Tentang musik J-Rocks kedepan
Pada album Spirit, lagu-lagunya lebih soft daripada yang pertama disamping mungkin market lebih mudah menerima yang beginian, Iman ngaku kalo itu semua karena “lagi pengen” saja dan mungkin buat album ke 3 kelak J-Rocks bisa saja kembali ngerock abis atau bahkan ganti musik ajeb-ajeb geleng-geleng,tapi yang pasti apapun itu kesemuanya harus berasal dari semangat bermusik yang jujur. Yah kita tunggu saja Fren!!!

Tentang mata ngantuk
“Ngomong-ngomong gua ngantuk banget neh, tdari adi belon sempet tidur” (sewaktu ditemui Iman mase pake oblong dan sarung), kalau begitu silahkan mas Iman istirohat dulu kan ntar mo manggung, sukses selalu buat J-Rocks nya dan see you on the Spot!!

Malamnya jam 11 di stadion Kridosono Jogjakarta J-Rocks pun menggoyang penonton yang rerata anak SMA dengan lagu-lagu mereka dari album 1 dan 2, gak ketinggalan dara manis Prisa yang menghangatkan suasana yang emang dingin amir, apalagi yang kena semprot air pemadam, tetapi kesemuanua show nya bagus n sangat menghibur, sukses selalu buat J-Rocks kita tunggu show selanjutnya di kota Gudeg ini.



J-Rocks terdiri dari personil-personil berikut:

Iman Taufik Rachman



Panggilan : Iman
Posisi : Vocalist and Guitarist

Sonny Ismail Robbavani



Panggilan : Sonny
Posisi : Guitarist

Swara Wima Yoga



Panggilan : Wima
Posisi : Bassist

Anton Rudi Kelces



Panggilan : Anton
Posisi : Drummer

SEJARAH ROCK JEPANG

komentar

Sejarah musik rock Jepang

Sejarah J-Rock dimulai tahun 1957 dengan dikenalnya musik rock di Jepang bersamaan dengan puncak kepopuleran rockabilly yang merupakan salah satu gaya rock 'n' roll.

Rockabilly yang dimulai di berbagai kelab jazz melahirkan penyanyi rockabilly seperti Mickey Curtis, Masaaki Hirao, dan Keijirō Yamashita. Pada bulan Februari 1958, ketiganya tampil dalam konser Westan Kānibaru I (Western Carnival I) di gedung pertunjukan bernama Nihon Gekijō, Tokyo.

Di akhir dekade 1950-an, kepopuleran rockabilly yang mulai surut digantikan era Kabā Popsu (cover pops) yang terdiri dari berbagai jenis musik. Di antara tokoh cover pops terdapat musisi seperti Yūya Uchida dan Isao Bitō yang berakar pada genre rockabilly. Selain itu, cover pops dengan gaya Liverpool Sound lahir mengikuti kepopuleran grup-grup musik seperti The Beatles di sekitar tahun 1963.

Gitar elektrik produk dalam negeri yang bisa dibeli dengan harga murah membantu terciptanya demam Ereki (musik rock dengan gitar elektrik). Istilah "Ereki" merupakan singkatan dari kata erekigitā (エレキギター ?, gitar listrik). Penggemar musik rock di Jepang banyak yang berganti identitas dari pendengar setia menjadi musisi rock.

Dari Ereki ke Liverpool Sound dan British beat

Sekitar tahun 1964-an, The Astronauts dan The Ventures menjadi populer di Jepang. Musik yang dimainkan musisi seperti Terauchi Takeshi to Burū Jīnzu (Takeshi Terauchi & Blue Jeans) disebut surf music alias musik Ereki (Eleki). Rekaman lagu The Astronauts dan The Ventures dengan lirik bahasa Jepang seperti yang dibawakan Fujimoto Kōichi juga menjadi hit. Musik Ereki dengan seketika mencapai puncak kepopuleran. Grup band Ereki di Jepang pada masa itu tidak saja memainkan lagu-lagu surf music, melainkan juga lagu-lagu berirama Liverpool Sound milik berbagai grup band asal Inggris yang menandai era gerakan musik British Invasion. Di tahun 1965, Yuzo Kayama membentuk band Ereki tiruan The Ventures yang disebut The Launchers. Grup musik ini begitu populer hingga Yuzo Kayama dijadikan peran utama dalam film Ereki no wakadaishō (Electric Guitar Young Guy atau Campus A-Go-Go).

Pada tahun yang sama, Tokyo Beatles merilis piringan hitam berisi lagu-lagu The Beatles dengan lirik bahasa Jepang. Selain itu, Tokyo Beatles juga mengeluarkan PH berisi lagu-lagu yang pernah dibawakan grup musik Inggris yang memainkan Liverpool Sound.

sounds

Kedatangan The Beatles untuk tampil dalam pertunjukan di Jepang membuat grup-grup musik Ereki berganti warna musik agar ikut bisa bergaya British Invasion. Di antara perintis British Invasion di Jepang terdapat grup musik seperti Jackey Yoshikawa and his Blue Comets dan The Spiders. Pada saat yang bersamaan tampil grup musik berirama Group Sounds (Gurūpu Saunzu). Aksi panggung band-band berirama Group Sounds banyak meniru grup musik berirama British Invasion, tapi sebagian besar singel dan album mereka tidak berirama rock, melainkan Kayōkyoku atau Wasei Pops (pop Jepang).

Era 1960-an hingga 1970-an

Akhir dekade 1960-an hingga pertengahan dekade 1970-an diwakili grup-grup musik seperti Hadaka no Rallies, Jacks, RC Succession, Joe With Flower Travellin' Band, Mickey Curtis & Samurai, Blues Creation, Murahachibu, The Mops, PYG, Happy End, Sadistic Mika Band, Fried Egg, Yonin Bayashi, Magical Power Mako, Zunō Keisatsu dan Gedō. Tidak juga ketinggalan grup rock seperti Carol, Cools, dan band asal Kansai seperti Funny Company yang disebut sebagai Carol-nya Jepang bagian barat.

Daerah Kansai di dekade 1970-an diwarnai dengan rock aliran blues rock yang mirip southern rock. Musik jenis ini dibawakan pemusik rock seperti Ueda Masaki and South to South, serta West Road Blues Band. Sementara itu, angin Okinawan rock berhembus dari Okinawa. Aliran ini dibawakan Katchan Condition Green dan grup Murasaki. Dari namanya saja, grup Murasaki (bahasa Jepang untuk warna ungu) sudah jelas ingin diasosiasikan dengan Deep Purple. Dari Nagoya tampil Kondō Fusanosuke dengan grup Break Down. Ayukawa Makoto dengan grupnya yang bernama Son House tampil dari Fukuoka dan nantinya disebut perintis Mentai Rock.

Era rock Jepang hingga tahun 1980-an

Dekade 1970-an dimeriahkan Uzaki Ryūdō dengan kelompoknya yang Downtown Boogie-Woogie Band, grup Carol yang mendapat pengaruh kuat The Beatles, Off Course, dan Tulip. Selain itu, mantan anggota kelompok irama group sounds The Tigers yang berkarier solo, Kenji Sawada terus menghasilkan singel dan album berwarna rock. Takurō Yoshida dan Yōsui Inoue adalah penyanyi paling laris di Jepang saat itu. Keduanya dipengaruhi Bob Dylan dan musik-musik mereka bergaya folk rock. Sementara itu, grup musik yang paling laris adalah Garo dan NSP (grup musik) yang mendapat pengaruh dari Crosby, Stills, Nash & Young.

Grup musik yang terkenal di Jepang pada pertengahan dekade 1970-an, misalnya: Kai Band yang memiliki warna rock yang kuat, Shōgo Hamada, Miyuki Nakajima, dan Momoe Yamaguchi yang banyak membawakan lagu ciptaan Ryūdō Uzaki. Walaupun banyak grup musik rock yang terkenal, musik rock masih belum diterima seluruh lapisan masyarakat.

Keadaan ini diubah oleh band Carol yang didirikan Eikichi Yazawa dan tiga tokoh rock ternama: Sera Masanori & Twist, Shinji Harada, Char yang dikenal sebagai "tiga besar dalam rock" (rokku gosanke). Musik rock makin mudah diterima orang Jepang berkat Southern All Stars yang memulai debutnya di tahun 1978, The Alfee, Kenji Sawada, dan Godiego (hanya single yang dirilisnya saja). Di akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an bermunculan musisi dan grup rock seperti Terao Akira, Creation, Yoshito Machida, Yamanaka Joe, Yanagi George & Rainy Wood, RC Succession, Monta & Brothers, Masaki Ueda, Kai Band, Shōgō Hamada, dan Masahiro Kuwana yang banyak melahirkan lagu-lagu hit. Bulan Maret 1980, Motoharu Sano memulai debutnya, tapi masih kurang mendapat sambutan.

Era new wave

Jepang di sekitar tahun 1980-an ramai dengan grup musik berbagai aliran seperti punk rock, new wave, techno-pop, hard rock, dan heavy metal. Grup musik yang mewakili era tersebut, misalnya: BOW WOW, Loudness, Yellow Magic Orchestra, Anthem, Earthshaker, 44Magnum, dan Hound Dog. Dari Fukuoka tampil grup-grup seperti Sheena & The Rokkets yang dipimpin Ayukawa Makoto, The Mods, A.R.B., The Roosters, dan The Rockers yang membawakan aliran Mentai Rock, serta The Checkers. Grup lain asal periode ini misalnya, Chanels (Rats & Star) yang dibesarkan di live house. Dari daerah Kanto tampil grup-grup musik seperti Plastics, Anarchy, Juicy Fruits, The Venus, Ippudō, Hikashu, dan P-Model.

Era band

Boøwy memulai debutnya di tahun 1982 dan band ini nantinya mempunyai pengaruh kuat dalam dunia musik rock Jepang. Sejak akhir dekade 1970-an, grup musik dari label rekaman Indies terus populer, sehingga terjadi "Band Boom" di Jepang pada paruh kedua dekade 1980-an. Pada masa itu terdapat banyak sekali grup-grup musik yang populer. Princess Princess, Unicorn, Jun Sky Walker(s), Bakufu-Slump, dan Pink Sapphire adalah nama-nama grup musik pencetak banyak sekali lagu hit di pertengahan tahun 1980-an. Di jalur heavy metal, Seikima II merupakan band yang paling populer dan sering tampil di televisi.

B'z memulai debutnya tahun 1988. Di tahun yang sama, album berjudul Covers oleh RC Succession dihentikan peredarannya akibat protes berbagai kalangan karena lagu-lagu bertema antiperang dan antinuklir. X Japan memulai debutnya di tahun 1989 dan berhasil menggetarkan Jepang dengan musik heavy metal yang dapat diterima semua kalangan. X Japan merupakan perintis gerakan musik Visual Kei yang melahirkan band-band yang mengekor ketenaran X Japan. Dari label Indies lahir grup rock Kin-Show (King-Show) yang bernaung di bawah perusahaan rekaman Nagomu Record.

Di akhir dekade 1980-an, The Flipper's Guitar memulai debutnya sebagai pemimpin gaya Shibuya Kei nantinya menjadi sub-budaya tersendiri. Gerakan musik Shibuya Kei memadukan unsur musik jazz, fusion, dan musik tradisional Jepang. Di sekitar waktu yang sama, Ozaki Yutaka juga mencapai puncak ketenaran. Lagu-lagunya bertema kritik sosial yang dilihat dari sudut pandang generasi muda.

Akhir "Band Boom"

Mr.Children yang beranjak dari live house La Mama di Shibuya memulai debutnya di tahun 1994. Kesuksesan Mr.Children diikuti oleh Spitz, ulfuls, The Yellow Monkey, dan Elephant Kashimashi.

Pertengahan dekade 1990-an merupakan puncak ketenaran band Visual Kei. Kehadiran Luna Sea mendapat sambutan luar biasa penggemar musik Jepang, diikuti oleh Glay dan L'Arc~en~Ciel (walaupun L'Arc~en~Ciel sendiri menolak disebut sebagai band Visual Kei).

Lagu-lagu dari band Visual Kei banyak dipakai sebagai lagu tema anime dan permainan video, sehingga keberhasilan anime dan permainan video di luar Jepang turut menyeret kepopuleran band Visual Kei di luar Jepang. Sementara itu, penyanyi rock wanita seperti Maki Oguro, Nanase Aikawa, dan Ringo Shiina sedang berada di puncak ketenaran. Di saat yang bersamaan muncul tren mendirikan grup musik campuran dengan vokalis wanita, seperti Judy and Mary dan Hysteric Blue. Pada waktu itu juga populer grup The High-Lows yang didirikan Hiroto Kōmoto dan Masatoshi Mashima yang keduanya mantan The Blue Hearts. Aliran baru yang disebut Melodic Hardcore diciptakan oleh Hi-Standard, Nicotine, Snail Ramp, dan Kemuri. Lirik lagu berbahasa Inggris yang sekarang sudah menjadi barang lumrah justru dimulai oleh Hi-Standard. Pada saat yang sama, band wanita Shonen Knife menjadi populer di luar Jepang. Mitos "sukses di luar negeri harus pandai betul memainkan instrumen" luntur dengan keberhasilan Shonen Knife menjadi band pembuka konser Nirvana pada tahun 1993. Beberapa band lain asal Jepang yang populer di luar negeri, misalnya Guitar Wolf, Boredoms, dan The 5.6.7.8's.

Akhir dekade 1990-an ditandai dengan puncak kepopuleran Blankey Jet City dan thee michelle gun elephant. Pada masa itu sering diadakan konser di alam terbuka seperti Fuji Rock Festival. Kelompok musik seperti Number Girl, Supercar, Yura Yura Teikoku yang termasuk aliran Rockin juga banyak menarik perhatian penggemar.

T.M.Revolution, Gackt, dan Kiyoharu yang memulai debutnya sebagai Visual Kei beralih sebagai musisi solo yang terus menghasilkan lagu yang dapat memasuki tangga lagu pop hingga sekarang.

Tahun 2001 hingga sekarang

Di awal tahun 2000-an mulai terdapat gaya Seishun Punk yang dimulai oleh Stance punks, Gagaga SP, dan Going Steady. Saat itu populer grup musik seperti Bump of Chicken, Asian Kung-Fu Generation, dan Acidman yang tergolong genre Shimokita Kei.

Sejak pertengahan tahun 2000-an terdapat banyak sekali grup bergenre Melodic Hardcore dan Emocore seperti Ellegarden dan Asian Kung-Fu Generation. Musisi yang berjasa di masa kejayaan Melodic Hardcore tahun 1990-an juga ikut bangkit kembali, misalnya: mantan anggota Hi-Standar yang bernama Ken Yokoyama berkarier solo, Ultra Brain, dan Snail Ramp.

Saat ini populer kelompok J-Rock seperti Bump of Chicken dan Sambo Master yang matang sebagai grup rock aliran utama. Selain itu juga terdapat Rize, Orange Range, HY, dan Dragon Ash yang tergolong genre Mixture rock.